IMPLIKASI CERAI DI BAWAH TANGAN TERHADAP HAK HADHANAH IBU DI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN

Authors

  • Maghfiratul Laili Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Amal Hayati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.24260/89nefb93

Keywords:

Divorce Under the Table, Mother's Custody Rights, Compilation of Islamic Law.

Abstract

This study aims to analyze the implications of informal divorces on a mother's custody rights in the Medan Perjuangan district, as well as the forms of legal protection and ways to resolve related disputes. The study uses an empirical legal research method with juridical and conceptual approaches. Data was obtained through interviews with mothers who experienced restricted contact with their children and several related parties. The results show that informal divorces affect the implementation of a mother's custody rights, including prohibitions on meeting, communication restrictions, and the child being taken care of by the father or the father’s family. The causes include interference from the father’s family, the perception that the mother is unable or unfit to care for the child, economic conditions, the mother’s work, and unilateral decisions regarding child custody. These restrictions impact the emotional relationship between mother and child. This study concludes that informal divorces can weaken legal certainty in the implementation of maternal custody. Settlement can be reached through deliberation, while the Religious Court becomes the legal route if the dispute cannot be resolved within the family.

References

Brsitorus, R. M. O., Yetti, Febrina, R., & Azani, M. (2024). Implementasi Hak Asuh Anak Dalam Perceraian Pada Pernikahan Di Bawah Tangan Di Pengadilan Agama Pekanbaru. Jurnal Hukum Respublica Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, 2(1), 1–12.

Fardana, E. (2023). Penetapan Hak Hadhanah Kepada Ayah Bagi Anak Belum Mumayyiz (Studi Putusan Pengadilan Agama Batang Nomor: 2005/Pdt.G/2020/PA.Btg.). Universitas Islam Negeri Walisongo.

Farid, M., Albani, M. S., & Lubis, F. (2025). Legal Reconstruction of Hadhanah Rights Due to Divorce in Indonesia from a Maqashid Syari’ah Perspective. JURNAL AKTA, 12(1), 123–134. https://doi.org/10.30659/akta.v12i1.43809

Fitriyana, R., & Aulia, M. F. (2022). Hak Asuh Anak (Hadanah) Bagi Ibu Pasca Perceraian Kedua Menurut Imam Malik. Jurnal Usroh, 6(2), 178–190.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia: Sebuah Studi tentang Prinsip-Prinsipnya, Penanganannya oleh Pengadilan dalam Lingkungan Peradilan Umum dan Pembentukan Peradilan Administrasi Negara. Bina Ilmu.

Hapira, R. M., Ulinihayati, N., & Aprilianti. (2026). Problematika Hadhanah Di Bawah Umur Yang Jatuh Pada Ayah Sebab Perceraian. Notarius, 19, 144–159. https://doi.org/10.14710/nts.v19.70183

Hariati, S. (2023). Analisis Hukum Penyebab Terjadinya Perceraian Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Dan Kompilasi Hukum Islam (Studi Di Pengadilan Agama Giri Menang, Lombok Barat). Jurnal Kompilasi Hukum, 8(1), 1–23. https://doi.org/10.29303/jkh.v8i1.127

Husaini, A. (2024). Analisis Hukum Perceraian Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam. ’Aainul Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 72–88.

Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. Presiden Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/293351/inpres-no-1-tahun-1991

Izzati, N. R., A’dawiyah, R., & Zaelani, A. Q. (2024). Perceraian Dalam Perspektif Normatif-Yuridis Dan Psikologis. Journal Of Islamic And Law Studies, 8(1), 62–81. https://doi.org/10.18592/jils.v4i1.xxxx

Lase, E. H. W., & Mahadewi, K. J. (2024). Analisis Penyebab Tingginya Angka Perceraian Di Pengadilan Agama. Community Development Journal, 5(5), 10360–10365.

Manna, N. S., Doriza, S., & Oktaviani, M. (2021). Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian Pada Keluarga Di Indonesia. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6(1), 11–21. https://doi.org/10.36722/sh.v6i1.443

Nurhadi. (2019). Perceraian di Bawah Tangan Perspektif Hukum Islam dan Hukum Indonesia. Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum, 1(2), 179–201. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol1.iss2.art5

Oktasari, F., Dewi, A. K., & Simarmata, A. S. H. (2026). Analisis Yuridis Perbandingan Perceraian Di Pengadilan Agama Dan Pengadilan Negeri Serta Implikasinya Terhadap Pemenuhan Hak-Hak Istri Pasca Perceraian. Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarnegaraan, 16(6). https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461

Philia, I. T., Sinaga, R. S., Pratama, D. E., Manullang, J. M., & Situmeang, T. A. (2024). Tinjauan Yuridis Akibat Hukum Perceraian Dalam Memperoleh Hak Asuh Anak Dalam Perkawinan Di Bawah Tangan. Journal On Education, 6(4), 21478–21486. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.6130

Putriyanda, R. M. D. S. (2024). Analisis Peralihan Hadhanah Dari Ibu Kepada Ayah Dalam Putusan Perkara Nomor 112/PDT.G/2020/PA.PTK. Universitas Tanjungpura.

Rangkuti, D. S., Mustamam, & Noor, T. (2024). Analisis Yuridis Berpindahnya Hak Asuh Anak (Hadhanah) Akibat Terjadinya Perceraian (Studi Putusan Pengadilan Agama Sungai Penuh Nomor 22/Pdt.G/2022/PA.Spn). Jurnal Hukum Dan Kemasyarakatan Al-Hikmah, 5(3), 302–319.

Riangdi, M. A. (2020). Tinjauan Yuridis Terhadap Perceraian Yang Dilakukan Secara Lisan Di Hadapan Kepala Desa. Universitas Hasanuddin.

Rodliyah, N., Liana, D., Muliawan, C., & Martinouva, R. A. (2021). Pemberian Hak Asuh Anak (Hadhanah) Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Pesawaran (Studi Putusan Nomor 0007/PDT.G/2019/PA.GDT.). JHM, 2(2), 1–12.

Saputra, F. (2020). Analisis Hukum Islam Terhadap Perceraian Dengan Alasan Suami Masih Menjalin Komunikasi Dengan Mantan Istri Dan Anaknya (Studi Putusan Nomor 0613/Pdt.G/2018/PA.Kla). Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Siregar, D., Sitepu, K., Darma, M., Na’im, K., Tarigan, M. T. U., Razali, & Harahap, F. S. (2023). Studi Hukum Tentang Tingkat Perceraian Dan Efeknya Terhadap Anak. Jurnal Deputi: Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi, 3(2), 178–185. https://doi.org/10.54123/deputi.v3i2.276

Suganda, R. (2022). Metode Pendekatan Yuridis Dalam Memahami Sistem Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah. JIEI, 8(3), 2859–2866.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (1974).

Downloads

Published

2026-09-22