LANDASAN ONTO-EPISTEMIK KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM KONTEMPORER: IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.24260/jpkk.v4i3.5124Keywords:
Kesetaraan, Gender, Perempuan, Filsafat IslamAbstract
Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada landasan ontologis dan epistemologis tentang konsep kesetaraan gender dalam perspektif Filsafat Islam Kontemporer. Pandangan filosof muslim pada tulisan ini mencakup pemikiran Murtadha Muthahhari dan pemikir muslim setelahnya seperti Mohsen Gharawiyan dan Hossein Ziai. Dengan menggunakan model studi literatur, pemaparan kajian ini dilakukan secara deskriptif-analitis. Pertama, penulis melakukan rumusan teoretis terkait dengan relasi yang saling memengaruhi antara ideologi, pandangan dunia, dan struktur berpikir dalam pandangan folosof muslim. Konsep inilah yang akan menjadi kerangka pemikiran pembahasan berikutnya. Kedua, penulis melakukan analisis terhadap perempuan dan perannya sebagai objek kajiannya. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa filsafat Islam memiliki struktur berpikir tersendiri yang melihat perempuan sebagai makhluk yang setara dari segi ontologis dan epistemologis. Hal tersebut dapat dilihat dari indikator (1) kesetaraan ontologis yang didasarkan pada kesamaan asal-usul metafisis dan hakikat kemanusiaan; (2) pengakuan terhadap agensi epistemik perempuan dalam kapasitas rasional, perolehan pengetahuan, dan kontribusi intelektual; (3) kesetaraan potensi dalam mencapai aktualisasi spiritual dan kesempurnaan moral. Akan tetapi ketika terikat dalam relasi kehidupan antara lak-laki dan perempuan perlu adanya penerapan nilai yang didasari oleh basis pengetahuan dan pandangan dunia tentang perempuan. Dengan kata lain, pembagian peran pada ranah sosial harus diambil berdasarkan kesepakatan laki-laki dan perempuan itu sendiri secara sadar.
This study focuses on the ontological and epistemological foundations of the concept of gender equality from the perspective of contemporary Islamic philosophy. The philosophical views examined in this paper include the thought of Murtadha Muthahhari and subsequent Muslim thinkers such as Mohsen Gharawiyan and Hossein Ziai. By employing a literature study model, this research is presented through a descriptive-analytical approach. First, the author formulates a theoretical framework concerning the interrelated relationship between ideology, worldview, and the structure of thought within the perspectives of Muslim philosophers. This concept serves as the framework for the subsequent discussion. Second, the author analyzes women and their roles as the object of the study. The findings of this study indicate that Islamic philosophy possesses a distinctive intellectual structure that views women as equal beings from both ontological and epistemological perspectives. This can be observed through several indicators: (1) ontological equality based on the similarity of metaphysical origin and human essence; (2) recognition of women’s epistemic agency in terms of rational capacity, acquisition of knowledge, and intellectual contribution; and (3) equality of potential in achieving spiritual actualization and moral perfection However, within the context of relational life between men and women, it is necessary to apply values grounded in a knowledge base and a particular worldview concerning women. In other words, the distribution of roles in the social sphere should be determined based on the conscious agreement of both men and women themselves.
References
Adzima, F. (2025). Gender roles and feminist critiques in Islam: A study of Qur’anic verses based on Tafsir As-Sa’di. SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak, 7(2).
Amuli, A. J. (2005). Keindahan & keagungan perempuan: Perspektif studi perempuan dalam kajian al-Qur’an, filsafat, dan irfan. Jakarta: Sadra Press.
Bari, A., Alfatih, H. M., & Muhyi, A. A. (2024). Islamic understanding of feminism and gender: Between tradition and the pressures of the age. Bulletin of Islamic Research, 2(3).
Bourdieu Pierre (1977), Outline of a Theory of Practice. Cambridge: Cambridge University Press
Fadlullah, M. H. (2000). Dunia wanita dalam Islam. Jakarta: Lentera.
Fadli, A. H. (2015). Logika praktis: Teknik bernalar benar. Jakarta: Sadra Press.
Gharawiyan, M. (2012). Pengantar memahami buku daras filsafat Islam. Jakarta: Sadra Press.
Muqoyyidin, A. W. (n.d.). Feminisme Islam: Perspektif Islam kontemporer. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 15(2).
Muthahhari, M. (2000). Hak wanita dalam Islam. Jakarta: Lentera.
Muthahhari, M. (2001). Pengantar epistemologi filsafat Islam. Jakarta: Shadra Press.
Muthahhari, M. (2011). Teologi dan falsafah hijab: Teologi sosial hijab perempuan dalam konsep Islam. Yogyakarta: RausyanFikr Institute.
Muthahhari, M. (2015). Filsafat perempuan dalam Islam: Hak perempuan dan relevansi etika sosial. Yogyakarta: RausyanFikr Institute.
Rohmaniyah, I. (2014). Konstruksi patriarki dalam tafsir agama: Sebuah jalan panjang. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Siregar, N. (2017). Pemikiran M. Quraish Shihab tentang gender. Jurnal Hikmah, 14(1), 32.
Ziai, H. (2012). Suhrawardi & filsafat iluminasi. Jakarta: Sadra Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fardiana Fikria Qur’any, Andry Fitriyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



