Konsep Ketuhanan Nabi Isa As Dalam Terjemahan Al-Quran Kemenag dan AlKitab: Kajian Intertekstualitas
DOI:
https://doi.org/10.24260/mafatih.v6i1.6062Keywords:
Divinity of Prophet Isa As, Translation of the Quran and the Bible, Intertextuality, Ketuhanan Nabi Isa As, Terjemahan Al-Quran dan Alkitab, IntertekstualitasAbstract
The deification of Jesus has long been debated within Christian tradition and culminated in the Council of Nicaea in 325 CE, which affirmed Jesus as God. In contrast, Islam firmly rejects the divinity of the Prophet Jesus (Isa A.S.), regarding him as a servant of Allah, a prophet, and a messenger. This study aims to examine the concept of the divinity of Prophet Isa A.S. and explore the intertextual relationship between the Ministry of Religious Affairs’ translation of the Qur’an and the Bible. Using a library research method and Julia Kristeva’s intertextuality theory, the study identifies three forms of intertextual transposition. First, parallel transposition appears in the shared teaching that Allah alone is worthy of worship. Second, modificative transposition is reflected in the differing contexts of the monotheistic message: the Bible presents Jesus’ proclamation in dialogue with Satan, whereas the Qur’an directs it to the Children of Israel. Third, demythologizing transposition is evident in the Qur’an’s explicit rejection of the divinity of Jesus and the doctrine of the Trinity. This study contributes to Qur’anic studies by demonstrating that the Qur’an actively engages with earlier scriptural traditions rather than existing in theological isolation. The intertextual approach offers a relational and dialectical framework for understanding Qur’anic verses and provides an alternative model that enriches contemporary Qur’anic exegesis beyond conventional comparative studies.
Penuhanan Yesus telah lama menjadi perdebatan dalam tradisi Kristen dan mencapai puncaknya pada Konsili Nicea tahun 325 M yang menetapkan Yesus sebagai Tuhan. Sebaliknya, Islam secara tegas menolak ketuhanan Nabi Isa A.S. dan menempatkannya sebagai hamba Allah, nabi, dan rasul. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep ketuhanan Nabi Isa a.s. Serta menemukan relasi intertekstual antara terjemahan Al-Qur'an dan Alkitab. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan intertekstualitas Julia Kristeva. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk transposisi intertekstual antara terjemahan Al-Qur'an Kemenag dan Alkitab. Pertama, transposisi paralel yang tampak pada kesamaan ajaran tentang penyembahan kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Kedua, transposisi modifikasi yang terlihat pada perbedaan konteks dan sasaran dakwah; Alkitab menempatkan seruan tauhid Nabi Isa dalam dialog dengan Iblis, sedangkan Al-Qur'an mengarahkannya kepada Bani Israil. Ketiga, transposisi demitifikasi, yang ditunjukkan melalui penolakan tegas Al-Qur'an terhadap ketuhanan Nabi Isa a.s dan doktrin Trinitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi Al-Qur'an dengan menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hadir dalam ruang teologis yang terisolasi, melainkan berinteraksi secara aktif dengan tradisi skriptural sebelumnya. Pendekatan intertekstualitas membuka perspektif baru dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an secara relasional dan dialektis melalui proses penyerapan, modifikasi, dan transformasi teks sumber. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan model pembacaan yang melampaui studi komparatif konvensional serta memperkaya metodologi tafsir Al-Qur'an kontemporer.
References
AHMAD SHALAHUDDIN MANSUR. (2019). INTERTEKSTUALITAS KISAH KELAHIRAN ISA DALAM QS. MARYAM (19:16-36) DAN YESUS DALAM INJIL LUKAS. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Aini, S. (2022). Kisah Nabi Yunus dalam Al-Qur’an dan al-Kitab; Pendekatan Intertekstual Julia Kristeva. El-Maqra’: Tafsir, Hadis Dan Teologi, 2(2), 21–29.
Arifin, N. E. M., Hakim, L., & Faizin, F. (2020). Studi Intertekstualitas Tafsir Al-Thabari dalam Tafsir Ibnu Katsir tentang Kisah Bani Israil Tersesat Selama Empat Puluh Tahun. An-Nida’, 44(1), 74–95.
Azizah, F. N., & Husna, A. S. (2025). PERSPEKTIF KETUHANAN NABI ISA DALAM TEORI AGAMA ISLAM DAN KRISTEN. 6(1), 1–30. https://doi.org/10.62096/sq.v6i1.113
Bird, M. F. (2013). Evangelical theology: A biblical and systematic introduction. Zondervan Academic.
Budiman, S., & Sukri, A. (2022). Tanggapan Terhadap Pandangan Kristologi Islam Dari Perspektif Iman Kristen. Pute Waya: Sociology of Religion Journal, 3(1), 65–78.
Fazrin Anasri. (2023). Konsep KeEsaan Tuhan dalam Kitab-Kitab Agama Samawi (Kajian Perbandingan Kitab al-Qur’an dan Bibel). Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Garwan, M. S. (2020). Analisis Semiotika Pada Teks al-Qur’an Tentang “Khamar” dalam Pendekatan Semiotika Hingga Intertekstualitas Julia Kristeva. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 22(1), 49–60.
Goldmann, D. (2004). Islam and the Bible: why two faiths collide. Moody Publishers.
Hamersma, H. (1992). Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern. Gramedia Pustaka.
Ismail, R. (2016). Konsep Ketuhanan menurut Kristen Saksi Yehuwa. Jurnal Sosiologi Agama, 10(2), 83–108.
Khafidhoh, K. (2019). Penafsiran Intertekstualitas: Telaah Konsep Hermeneutika Komaruddin Hidayat. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 14(01), 103–117. https://doi.org/10.37680/adabiya.v14i01.121
Kholifah, L. N. (2020). Cerita Anak di Dalam Al-Qur’an:(Kajian Intertekstualitas Julia Kristeva). POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan, 1(2), 95–108.
Komara, E. (2021). Komunikasi Persuasif Dakwah Dr. Zakir Naik. Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian Dan Studi Ilmu Komunikasi), 2(1), 27–41.
Kristeva, J. (1980). Desire in language: A semiotic approach to literature and art. Columbia University Press.
Landele, J. A., & Indino, M. B. (2025). Apologetika Kristen: Upaya Menjelaskan Kepada Saksi Yehuwa Bahwa Yesus Adalah Allah. ORTHOTOMEO : Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(2), 55–71. https://doi.org/10.71304/grs1p778
Markus Suwandi, Y. Hermanto, T. C. (2021). Apologetika Yesus Sebagai Utusan Menurut Yohanes 17:3. Pengarah.
Muhafizah, M. (2021). PENCIPTAAN ALAM SEMESTA DALAM AL-QUR’AN DAN TANAKH (YAHUDI): PENDEKATAN INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA. Mafatih, 1(2), 29–42.
Nurmansyah, I. (2019). Kajian Intertekstualitas Tafsir Ayat Ash-Shiyam Karya Muhammad Basiuni Imran Dan Tafsir Al-Manar Karya Muhammad Rasyid Ridha. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 4(1).
Pradotokusumo, P. S. (1984). Kakawin Gajah Mada: sebuah karya sastra kakawin abad ke-20: suntingan naskah serta telaah struktur, tokoh dan hubungan antarteks. Universitas Indonesia.
Purdaryanto, S. (2020). Deskripsi historis doktrin Kristologi. SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 25–39.
Putra, A., & Manu, C. B. S. (2021a). Analisis Kritis Terhadap Kristologi Dalam Islam. BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 1–24.
Putra, A., & Manu, C. B. S. (2021b). Analisis Kritis Terhadap Kristologi Dalam Islam. BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.46558/bonafide.v2i1.53
Rasip, Saifuddin; Toha, A. M. (2024). Persamaan Antara Ajaran Bible dan Ajaran Al-Quran : Analisis Tekstual Terhadap Beberapa Isu. Malaysian Journal for Islamic Studies, 8(1), 128–148.
Stevanus, K. (2020). Bukti Keilahian Yesus Menurut Injil. Jurnal Teruna Bhakti, 2(2), 82. https://doi.org/10.47131/jtb.v2i2.49
Wellem, F. D. (2004). Kamus sejarah gereja. BPK Gunung Mulia.
Zukhruf Hafiz Rahimi, M. A. F. (2021). KOMPARATIF KISAH NABI ISA DALAM AL-QUR’AN DAN INJIL. Al-I’jaz : Jurnal Kewahyuan Islam, 7(2), 149–162.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rendy Pradana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












