POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK DI ERA DIGITAL: ANALISIS QURANIC PARENTING TERHADAP Q.S YUSUF [12]:4-6

  • Muhammad Fajri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Parenting, Communication, Q.S Yusuf: 4-6

Abstract

Abstract

This paper talks about the analysis of Qur'anic parenting in Q. S Yusuf: 4-6 and its relation to the communication patterns of parents and children in the digital era. The results of this study show that in today's digital era, many parents use communication patterns laissez-faire, where parents rarely interact with children, because of the impact of the full freedom given to children in using gadgets that result in parental relationships and children often experience miscommunication. Therefore, it is necessary to imitate the communication patterns applied by Yusuf and Ya'qub which use interpersonal communication patterns with an interactive model, which means that there is an open attitude, mutual trust and emotional closeness between Yusuf and his father, Ya'qub. This is evidenced by Yusuf call to his father who uses the pronunciation "ya abati", and so does Ya'qub who calls his son with the pronunciation "ya bunayya", a call that shows love, intimacy, tenderness and compassion. From the communication pattern in QS Yusuf: 4-6, it also teaches meekness, courtesy, obedience and respect for parents, attention and affection for children, and freedom of opinion. In addition, basically the Quran itself has taught the principles of communication ethics that parents can apply when communicating with children, such as qawlan ma'rufah, qawlan layyinan, qawlan balighan, qawlan ma'rufan, qawlan sadidan, and qawlan maysuran. . This is related to the current context, when parents apply the communication patterns taught in QS Yusuf: 4-6, the relationship between parents and children will be harmonious. Children will always need to interact with their parents and make them a problem solver in every problem they face, not tell their problems through social media. So, what is the ideal for every family, namely becoming a family sakinah mawaddah wa rahmah can really be realized.

 Tulisan ini berbicara tentang analisis Qur’anic Parenting dalam Q. S Yusuf: 4-6 dan kaitannya dengan pola komunikasi orang tua dan anak di era digital. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa di era digital saat ini, banyak orang tua menggunakan pola komunikasi yang bersifat laissez-faire, di mana orang tua jarang berinteraksi dengan anak, karena dampak dari kebebasan penuh yang diberikan kepada anak dalam menggunakan gadget yang mengakibatkan hubungan orang tua dan anak sering terjadi miskomunikasi. Oleh karena itu, perlu mencontoh pola komunikasi yang diterapkan Yusuf dan Ya’qub yang menggunakan pola komunikasi interpersonal dengan model interaktif, artinya adanya sikap terbuka, saling percaya serta kedekatan emosional antara Yusuf dan ayahnya, Ya’qub. Hal ini dibuktikan dengan panggilan Yusuf kepada ayahnya yang mengguanakn lafal “ya abati”, dan begitupun juga Ya’qub yang memanggil anaknya dengan lafal “ya bunayya”, yaitu panggilan yang menunjukan cinta, kemesraan, kelembutan dan penuh kasih sayang. Dari pola komunikasi dalam Q.S Yusuf: 4-6, juga mengajarkan tentang sikap lemah lembut, sopan santun, patuh dan hormat kepada orang tua, perhatian dan kasih sayang kepada anak, dan kebebasan berpendapat. Selian itu, pada dasarnya al-Qur’an sendiri sudah mengajarkan prinsip etika berkomunikasi yang bisa diterapkan oleh orang tua ketika berkomunikasi dengan anak, seperti qawlan ma’rufah, qawlan layyinan, qawlan balighan, qawlan ma’rufan, qawlan sadidan, dan qawlan maysuran. Kaitannya dengan konteks saat sekarang ini, ketika orang tua menerapkan pola komunikasi yang diajarkan dalam Q.S Yusuf: 4-6, maka hubungan orang tua dan anak akan  terjalin harmoni. Anak akan selalu butuh berinterkasi dengan orang tua dan menjadikan mereka sebagai problem solver di setiap masalah yang dihadapinya, bukan menceritakan masalahnya lewat media sosial. Sehingga, apa yang menjadi cita-cita bagi setiap keluarga yaitu menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah benar-benar bisa terealisasikan.

 

References

Agratama, Efranjy. Mudah Belajar Bahasa Arab Untuk Pemula. Jakarta: Grasindo,. 2017.

Al Aris, Fuad. Pelajaran Hidup Surah Yusuf: Yang Tersirat dan Yang Memikat dari Kisah Hidup Nabi Yusuf AS, terj. Fauzi Bahrezi. Jakarta: Zaman. 2013.

Al-Baqiy, Muhammad Fu’ad Abd. Mu’jam Mufaharas li Alfaz al-Qur’an al-Karim, Cet. III. Kairo: Dar Al-Hadi, 1991.

Al-Maraghi, Ahmad Mustafa. Tafsir Al-Maraghi, jil. XII, terj. Bahrun Abu Bakar. Semarang: Penerbit Toha Putra. 1993.

Aslan, “Peran Pola Asuh Orang Tua di Era Digital”. Jurnal Studia Insania, Vol. 7, No. 1, 2019.

As-Suyuthi, Jalal al-Din. Al-Itqan Fi ‘Ulum Al-Qur’an, Juz III. Kairo: Dar al-Hadis, 2004.

At-Thabari, Abu Ja’far Muhammad Ibn Jarir. Tafsir At-Thabari, Jil. 14. Jakarta: Pustaka Azam, 2009.

Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir, Jil. VI. Damaskus: Dar al-Fikr, 2007.

Basya, Hassan Syamsi. Mendidik Anak Zaman Kita, terj. Mohammad Zaenal Arifin. Jakarta: Zaman, 2011.

Dhahir, Darman Fauzan. “Internet Parenting Upon Indonesian Children”. Jurnal Pekommas, Vol. 3, No. 2, 2018.

Farida, Siti. “Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam”. Kabilah, Vol. 1, No.1 2016.

Haeriah, Baiq. “Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kemandirian Anak Kelompk B Taman Kanak-Kanak PGRI Gerunung Tahun Pelajaran 2017/2018”. JIME, Vol.4, No.1, 2018.

Hams, dkk. Kajian Kesusatraan Modern Kisah Nabi Yusuf A.S. Makassar: Gunadarma Ilmu. 2019.

Hornby, A S. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. New York: Oxford University Press. 2010. .

Husain, Husna dan Zanariah Noor. “Parenting Approaches Based on Stories from the Qur’an”. International Journal of Advanced Science and Technology, Vol. 29, No. 7, 2020

Jannah, Miftahul. “Pola Pengasuhan Orang Tua dan Moral Remaja dalam Islam”. Jurnal Ilmiah Edukasi, Vol. 1, No. 1, 2015.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Seri Pendidikan Orang Tua:Mendidik Anak di Era Digital, Cet. I. Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016.

Kusnadi. “Komunikasi Interpersonal dalam Kisah Ibrahim (Studi Analisis Kisah dalam Al-Qur’an)”. Istinbath, Vol. XIV, No. 15, 2015.

Liliweri, Alo. Komunikasi Antar-Personal. Jakarta: Kencana, 2015.

Mahliatussikah, Hanik. “Analisis Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an Melalui Pendekatan Interdisipliner Psikologi Sastra”. Arabi: Journal of Arabic Studies, Vol. 1, No. 2, 2016.

McGrath, S. The Impact of New Media Technologies on Social Interaction in The Household, Education Endowment Foundation. Inggris: Durham Unversity. 2012.

Mustaqim, Abdul. Quranic Parenting: Kiat Sukses Mendidik Anak Cara Al-Qur’an. Sleman: Lintang Books. 2019.

Prasanti, Ditha. “Perubahan Media Komunikasi dalam Pola Komunikasi Keluarga di Era Digital”. Jurnal Commed, Vol. 1, No. 1, 2016.

Quthb, Sayyid. Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an, jil. VI. Jakarta: Gema Insani Press. 2020.

Rahmah, Mariyatul Norhidayati. “Model Komunikasi Interpersonal dalam Kisah Nabi Yusuf As”. Alhiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, Vol. 4, No. 7, 2016.

Rahmat, Stephanus Turibius. “Pola Asuh yang Efektif untuk Mendidik Anak di Era Digital”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, Vol. 10, No. 2, 2018.

Rahmatullah, Azam Syukur. “Pendidikan Keluarga Seimbang yang Melekat Sebagai Basis yang Mencerahkan Anak di Era Digital”. Cendekia, Vol. 15, No. 2, 2017.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah, Vol. 6. Jakarta: Lentera Hati. 2002.

Sofia, Adib. Metode Penulisan Karya Ilmiah Dilengkapi dengan Salinan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (FUEBI) dan Pedoman Transliterasi,. Yogyakarta : Bursa Ilmu, 2017.

Widya, Rika, dkk. Holistik Parenting: Pengasuhan dan Karakter Anak dalam Islam. Tasikmalaya: Edu Publisher. 2020.

Yusuf, Muhammad, dkk. “Digital Parenting, to Children Using the Internet Digital Parenting Kepada Anak dalam Menggunakan Internet”. Pedagogik Journal of Islamic Elementary School, Vol. 3, No. 1, 2020.

Published
2022-06-29