https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/qusqazah/issue/feed Qusqazah 2024-02-13T03:56:30+00:00 Muhammmad zeliq_ipul@yahoo.com Open Journal Systems <p><strong>QUSQAZAH</strong> ISSN: 2722-6166 (online) Published by Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak). The Journal provides opportunities for scholars to submit scientific papers in the field of Syari’ah Economic studies which will be published online. The Journal is published twice a year, well documented in the form of books, which include a variety of scientific papers by writers of various backgrounds. In addition, we also have partners from overseas who will review each article before publication. Each article or scientific paper published in this Journal will definitely be useful to all visitors and readers. Review processing started to be online in 2020 by using available tolls provided by the Open Journal System. Reviewers may choose to use Review Form provided by the OJS or doing review process on the manuscript using Tracking Changes menu provided by Microsoft Word.&nbsp;</p> https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/qusqazah/article/view/2157 POLA KONSUMSI GENERASI Z DALAM MENGGUNAKAN E-COMMERCE PLATFORM PADA MASA PANDEMI COVID-19 2024-01-05T09:07:43+00:00 Ummi Safiratul Mufidah safiratul_mufidah@gmail.com Yulia Yulia yuliaibrahim4@gmail.com Anggatia Ariza anggatia.riza@gmail.com Rahmah Yulisa Kalbarini rahmahkalbarini@gmail.com <p>Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pola Konsumsi Generasi Z dalam Menggunakan <em>E-Commerce Platfrom</em>: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. 2022.<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pola konsumsi generasi Z dalam menggunakan <em>e-commerce platfrom</em> sebelum pandemi covid-19; 2) pola konsumsi generasi Z dalam menggunakan <em>e-commerce platfrom</em> sesudah pandemi covid-19; 3) dampak pandemi covid-19 terhadap pola konsumsi generasi Z dalam menggunakan <em>e-commerce platfrom.<br></em>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Data primer merupakan hasil wawancara dengan generasi Z sebanyak 14 mahasiswa dan data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi.<br>Hasil yang diperoleh dari penelitian ini di antaranya: 1) pola konsumsi yang dilakukan oleh generasi Z sebelum masa pandemi covid-19 terbilang tinggi hal ini ditunjukkan dari jumlah transaksi yang dilakukan tiap bulannya di <em>e-commerce platfrom</em>; 2) pola konsumsi yang dilakukan generasi Z sesudah masa pandemi covid-19 dominan mengalami peningkatan hal ini ditunjukkan dengan dominannya informan yang meningkat jumlah transaksi berbelanja di <em>e-commerce platform</em>; 3) pandemi covid-19 berdampak pada meningkatnya jumlah pengguna <em>e-comemrce platform</em> dan meningkatnya tingkat konsumsi pada generasi Z yang cenderung konsumtif.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/qusqazah/article/view/2397 PERANAN ZAKAT DALAM PEREKONOMIAN 2024-02-07T06:59:07+00:00 Sri Yuliani sriyuliani1670@gmail.com Luqman Luqman luqmanhakim@iainptk.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Zakat is one of the practices of Islamic teachings that are directly related to the community. Zakat funds are collected by the Amil Zakat Agency and distributed to mustahiq. In general, the distribution of zakat funds that have been collected by zakat amils ​​spread throughout Indonesia is used for people who can't afford and are in dire need, especially the poor. Zakat assets are directed mainly to meet the basic needs of life and are more consumptive in nature, such as food needs and housing which are basic needs. Besides being consumptive, zakat funds can also be used for productive things. One of the problems that are often faced by a country and is very difficult to solve is the problem of poverty. These problems can be solved by making fundamental and comprehensive changes with the perfect application of sharia law; among others, by collecting and distributing zakat in accordance with the provisions that have been prescribed.</p> <p>The purpose of this study is to explain the role of zakat in the economy. Apart from being an obligation for Muslims, through zakat, the Al-Quran makes it a responsibility for Muslims to help each other among others. Therefore, in our obligations zakat is a moral element, social and economic education in the field of morality, charity erodes the greed and greed of the rich, purifying and developing property objects.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords, Islam, Economy, Market</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Zakat adalah salah satu amalan ajaran agama Islam yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Dana zakat dihimpun oleh Badan Amil Zakat dan didistribusikan ke pada para mustahiq. Pada umumnya, distribusi dana zakat yang telah dikumpulkan oleh amil-amil zakat yang tersebar di seluruh Indonesia digunakan untuk orang-orang yang tidak mampu dan sangat membutuhkan, terutama fakir miskin. Harta zakat diarahkan terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan lebih bersifat konsumtif, seperti kebutuhan makanan, pakaian dan tempat tinggal yang merupakan kebutuhan pokok. Selain bersifat konsumtif, dana zakat juga dapat digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh suatu negara dan sangat sulit untuk diselesaikan adalah masalah kemiskinan. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan perubahan yang bersifat mendasar dan menyeluruh dengan penerapan hukum syara’ sempurna; diantaranya dengan pengumpulan dan pendistribusian zakat sesuai ketentuan yang telah disyariatkan.</p> <p>Tujuan penelitian ini menjelaskan peran zakat dalam perekonomian. Zakat selain sebagai kewajiban bagi umat islam, melalui zakat, Al-Quran menjadikan tanggung jawab bagi umat Islam untuk saling tolong menolong antar sesama. Oleh karena itu, dalam kewajiban kita zakat adalah unsur moral, Pendidikan sosial dan ekonomi dibidang moralitas, amal mengikis keserakahan dan ketamakan orang kaya, memurnikan dan mengembangkan objek properti.</p> 2024-12-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/qusqazah/article/view/2507 ANALISIS USAHA JUAL BELI AIR MINUM DITINJAU DARI MAQASIDUSYARIAH 2024-01-17T09:04:36+00:00 Halimah Purwadi ade.komsan@gmail.com <p>Konsumsi air sangat penting bagi kehidupan manusia. Kehadiran air merangsang dan memajukan kegiatan ekonomi. Tren jual beli air minum isi ulang merupakan peluang bisnis yang menjanjikan karena memudahkan konsumen mendapatkan air bersih berkualitas tinggi di tengah kesibukan mereka. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji jual beli air minum dari perspektif <em>maqasidusyariah</em>. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif Berdasarkan kesimpulan penelitian, klasifikasi kebutuhan <em>maqasidusyariah</em> (syariah) menjadi tiga kategori—<em>al-dharuriat</em> (kebutuhan primer), <em>al-hajiat</em> (kebutuhan sekunder), dan <em>al-tahsiniat</em> (kebutuhan komplementer)—membedakan perdagangan air minum sebagai tujuan hidup. Untuk menjaga <em>maqashid</em> syariah, ada lima komponen utama yang harus dipertahankan: perlindungan jiwa, agama, intelektualitas, garis keturunan atau keturunan, dan harta. Karena air adalah kebutuhan hidup dan merupakan bagian dari <em>al-dharuriyat</em>, memenuhi kebutuhan ini adalah persyaratan di bawah hukum. Dengan kata lain, penjualan air minum dapat diterima. Mirip dengan ini, undang-undang mengharuskan penjualan air murni dari tangki, yang khas di daerah-daerah di mana kekurangan air sering terjadi.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/qusqazah/article/view/1952 ANALISIS PENGARUH HALAL LIFESTYLE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HALAL MELALUI ISLAMIC RELIGIOSITY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Anggota Fatayat NU Kabupaten Mempawah) 2024-02-13T03:52:51+00:00 Homseh Homseh khomsahsmall@gmail.com <p>Perkembangan teknologi di Indonesia yang cukup pesat berdampak terhadap pola perdagangan yang sangat terbuka, sehingga menuntut masyarakat ekonomi syariah untuk lebih selektif dalam menentukan keputusan pembelian terhadap produk halal. <em>Halal lifestyle</em> merupakan gaya hidup yang berlandaskan agama dan ekonomi syariah yang dapat menentukan terhadap keputusan pembelian baik secara langsung ataupun tidak langsung. &nbsp;Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh <em>halal lifestyle</em> terhadap keputusan pembelian produk halal melalui <em>islamic religiosity </em>sebagai mediator. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian yang digunakan diperoleh langsung dari anggota Fatayat NU Kabupaten Mempawah melalui angket kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji sobel/path analisys. Hasil penelitian diperoleh bahwa <em>halal lifestyle</em> mampu mempengaruhi keputusan pembelian produk halal baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui mediasi dari <em>islamic religiosity </em>pada anggota Fatayat NU di Kabupaten Mempawah.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/qusqazah/article/view/2647 KONSEP DAN PERMASALAHAN BAGI HASIL PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA 2024-02-13T03:56:30+00:00 Nurma Sari anzanaa456@gmail.com Fatimah Fatimah fatimah@uinjkt.ac.id Harjoni Harjoni harjonidesky@yahoo.com <p>Penelitian ini mencoba untuk mengangkat konsep dan permasalahan bagi hasil perbankan syariah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk melihat kembali konsep bagi hasil dalam ekonomi Islam, mengungkapkan praktik bagi hasil dengan metode <em>profit </em>dan <em>revenue </em>sharing pada perbankan syariah di Indonesia dan mengidentifikasi permasalahan yang ada pada perbankan syariah. Dalam praktiknya bank syariah di Indonesia menggunakan dua konsep produk bagi hasil, yaitu akad mudarabah dan musyarakah. Bagi hasil yang diterapkan menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan&nbsp; <em>profit sharing </em>dan <em>revenue sharing. </em>Dalam praktiknya kedua pendekatan sistem bagi hasil ini masih mengacu kepada <em>exspektasi rate </em>dengan angka persentasi tertentu (<em>flat</em>) dari jumlah modal kerja yang diberikan. Di samping itu, berbagai permasalahan muncul seiring penerapan sistem bagi hasil pada perbankan syariah, dimulai dari minimnya porsi penggunaan akad bagi hasil dalam lembaga perbankan syariah, impormasi yang tidak sempurna, <em>moral hazard</em>, pengawasan, risiko kredit macet, dan sikap enggan pihak perbankan syariah dalam menyalurkan pembiayaan berbasis bagi hasil.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##