Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Korban Bencana : Pendekatan Trauma Healing dan Dukungan Psikososial
DOI:
https://doi.org/10.24260/assyamil.v5i1.5073Kata Kunci:
bimbingan dan konseling, bencana, trauma healing, dukungan psikososial, resiliensiAbstrak
Indonesia adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana di dunia, dengan frekuensi yang tinggi dari gempa bumi, tsunami, banjir, dan letusan gunung berapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi layanan bimbingan dan konseling yang berbasis pada pemulihan trauma serta dukungan psikososial sebagai metode terpadu dalam proses pemulihan bagi korban bencana. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka dengan mengevaluasi literatur dari beragam sumber primer dan sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemulihan trauma terbukti efektif dalam mengurangi gejala psikologis, sedangkan dukungan psikososial berperan krusial dalam meningkatkan ketahanan individu melalui jaringan sosial. Penggabungan kedua pendekatan ini dapat menghasilkan layanan konseling yang lebih menyeluruh, mencakup elemen personal, sosial, dan spiritual. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, aksesibilitas geografis, stigma sosial, dan kurangnya dana. Oleh karena itu, diperlukan solusi strategis yang mencakup pelatihan konselor khusus trauma, pemanfaatan teknologi telekonseling, serta kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini memberikan sumbangan teoritis dan praktis dalam pengembangan layanan konseling pascabencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci : bimbingan dan konseling, bencana, trauma healing, dukungan psikososial, resiliensi
Referensi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Data kejadian bencana Indonesia tahun 2023. BNPB. https://bnpb.go.id
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fatimah, N. (2019). Efektivitas konseling kelompok berbasis trauma healing untuk menurunkan kecemasan korban banjir. Jurnal Konseling Indonesia, 5(2), 101–112.
Herman, J. L. (1992). Trauma and recovery: The aftermath of violence—from domestic abuse to political terror. Basic Books.
Hidayati, R. (2022). Peran konseling dan kegiatan berbasis komunitas dalam pemulihan korban erupsi Gunung Semeru. Jurnal Psikologi Bencana, 4(1), 45–56.
Hobfoll, S. E., Watson, P., Bell, C. C., Bryant, R. A., Brymer, M. J., Friedman, M. J., … Ursano, R. J. (2007). Five essential elements of immediate and mid–term mass trauma intervention: Empirical evidence. Psychiatry, 70(4), 283–315.
Inter-Agency Standing Committee. (2007). IASC guidelines on mental health and psychosocial support in emergency settings. IASC.
LIPI. (2021). Kajian dampak psikososial bencana di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Prayitno. (2012). Bimbingan dan Konseling: Teori dan praktik. RajaGrafindo Persada.
Suryani, A. (2020). Dukungan komunitas dalam meningkatkan resiliensi masyarakat korban gempa Lombok. Jurnal Ilmu Sosial, 12(1), 77–89.
UNICEF. (2022). Child alert: Children in crisis after disasters in Indonesia. UNICEF Indonesia.
WHO. (2021). Mental health and psychosocial considerations in emergencies. World Health Organization.
Widyastuti, H. (2021). Layanan konseling individu berbasis spiritual untuk korban bencana alam. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 8(2), 55–68.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Siska Novra Elvina, Wanda Fitri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
