Korelasi dan Konvergensi Nilai Sila Kedua Pancasila dengan Konsep Wasatiyyah dalam Q.S. Al-Baqarah Ayat 143

Authors

DOI:

https://doi.org/10.24260/mafatih.v6i1.6433

Keywords:

Pancasila, Moderasi Beragama, Wasatiyyah, Kemanusiaan, Al-Qur'an

Abstract

Penelitian ini mengkaji korelasi dan konvergensi antara sila kedua Pancasila, yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab,” dengan konsep moderasi beragama dalam perspektif Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tantangan intoleransi dan konflik sosial dalam masyarakat yang plural, sehingga diperlukan landasan etika dan teologis yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna konsep sila kedua, mengkaji konsep wasatiyyah dalam QS Al-Baqarah ayat 143, serta mengidentifikasi hubungan keduanya dalam dimensi nilai dan praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap berbagai literatur, baik tafsir klasik dan kontemporer maupun pemikiran filsafat Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sila kedua dan moderasi beragama memiliki kesamaan nilai-nilai fundamental, seperti keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan perilaku beradab. Selain itu, konvergensi keduanya menunjukkan adanya keselarasan yang kuat antara ideologi negara dan ajaran Islam, baik secara normatif maupun praktis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama berperan sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai Pancasila dan Al-Qur'an, sehingga berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang damai, toleran, dan berkeadilan.

References

Abdurrahman, A., & Sayadi, W. (2024). Religious Moderation in Multicultural Society: Guardians and Reinforcers of Moderate Understanding in the City of Pontianak. FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, 9(1), 70-80.

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV Syakir Media Press.

Al Fikri, M., & Nada, Q. (2024). Konsep Islam Wasathiyah perspektif KH. Hasyim Muzadi (Telaah Surah Al-Baqarah ayat 143). Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation, 3(1), 93–109. https://doi.org/10.30631/jrm.v3i1.65

Al-Ṭabarī. (n.d.). Jāmi‘ al-bayān ‘an ta’wīl āy al-Qur’ān (Vol. 2). Mu’assasah al-Risālah.

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Ibnu Katsir. (n.d.). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (Vol. 1).

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Masbukin, Saifullah, & Riansyah, R. (2024). Moderasi beragama dan Pancasila: Pilar kebhinekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 20(1), 23–34. https://doi.org/10.24014/nusantara.v20i1.30834

Nilamsari, N. (2014). Memahami studi dokumen dalam penelitian kualitatif. Wacana, 13(2), 177–181.

Notonagoro. (1983). Pancasila: Dasar falsafah negara. Bina Aksara.

Nurrohmah, S., Yusuf, M. A., & Putra, R. A. (2022). Pancasila dalam moderasi beragama: Membaca ruang media Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang. Journal of Da'wah, 1(2), 262–281. https://doi.org/10.32939/jd.v1i2.2003

Rahmatina, N., & Ali, R. (2024). Moderasi beragama sebagai pilar persatuan bangsa: Studi komparatif kitab suci Islam dan Hindu. Religi: Jurnal Studi Agama-agama, 20(1), 103–126. https://doi.org/10.14421/rejusta.v20i1.5340

Sari, M., & Asmendri. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA, 6(1), 41–53.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 1). Lentera Hati.

Soekarno. (1995). Lahirnya Pancasila. Dalam S. Bahar (Ed.), Risalah sidang BPUPKI dan PPKI (hlm. 64–65). Sekretariat Negara Republik Indonesia.

United Nations. (1948). Universal Declaration of Human Rights. https://www.un.org/en/about-us/universal-declaration-of-human-rights

Published

2026-09-21