Korelasi dan Konvergensi Nilai Sila Kedua Pancasila dengan Konsep Wasatiyyah dalam Q.S. Al-Baqarah Ayat 143

Authors

  • Ahmad Nasa'i Institut Agama Islam Negeri Pontianak
  • Inayah Institut Agama Islam Negeri Pontianak
  • Abdurrahman Institut Agama Islam Negeri Pontianak https://orcid.org/0009-0003-9491-1437
  • Asmu'i Asmu'i Institut Agama Islam Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.24260/mafatih.v6i1.6433

Keywords:

Pancasila, Moderasi Beragama, Wasatiyyah, Kemanusiaan, Al-Qur'an

Abstract

This study examines the correlation and convergence between the second principle of Pancasila, namely “Just and Civilized Humanity,” and the concept of religious moderation from an Islamic perspective. Although many studies have been conducted on Pancasila and religious moderation, discussions that specifically examine the relationship between the two from the perspective of Quranic Surah Al-Baqarah, verse 143, remain limited. This study aims to analyze the conceptual meaning of the second principle, examine the concept of wasatiyyah in Quranic Surah Al-Baqarah, verse 143, and identify the relationship between the two in terms of values and practices as an effort to strengthen an integrative perspective between the values of Pancasila and the teachings of the Quran. This study is a library-based research using a qualitative approach. Data were collected through a documentary study of relevant literature and analyzed using content analysis. The results indicate that the second principle of Pancasila and religious moderation share fundamental values, such as justice, respect for human dignity, and civilized behavior. Furthermore, the convergence of these two concepts demonstrates a strong alignment between the state ideology and Islamic teachings, both normatively and practically. This study concludes that religious moderation serves as a bridge connecting the values of Pancasila and the Qur’an, thereby contributing to the realization of a peaceful, tolerant, and just society

Penelitian ini mengkaji korelasi dan konvergensi antara sila kedua Pancasila, yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab,” dengan konsep moderasi beragama dalam perspektif Islam. Meskipun kajian mengenai Pancasila dan moderasi beragama telah banyak dilakukan, pembahasan yang secara khusus mengkaji hubungan keduanya dalam perspektif Q.S. Al-Baqarah ayat 143 masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna konseptual sila kedua, mengkaji konsep wasatiyyah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 143, serta mengidentifikasi hubungan keduanya dalam dimensi nilai dan praktik sebagai upaya memperkuat perspektif integratif antara nilai Pancasila dan ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap literatur yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sila kedua dan moderasi beragama memiliki kesamaan nilai fundamental, seperti keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan perilaku beradab. Selain itu, konvergensi keduanya menunjukkan adanya keselarasan yang kuat antara ideologi negara dan ajaran Islam, baik secara normatif maupun praktis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama berperan sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai Pancasila dan Al-Qur'an sehingga berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang damai, toleran, dan berkeadilan.

References

Abdurrahman, & Sayadi, W. (2023). Religious Moderation in Multicultural Society : Guardians and Reinforcers of Moderate Understanding in the City of Pontianak. Fokus: Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 9(1), 70–80.

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Syakir Media Press.

Al-Tabari, I. J. (2001). Jami’ al-Bayan ’an Ta’wil Ay al-Qur’an (Vol. 15). Dar Hijr.

Al Fikri, M., & Nada, Q. (2024). Konsep Islam Wasathiyah perspektif KH. Hasyim Muzadi (Telaah Surah Al-Baqarah ayat 143). Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation, 3(1), 93–109. https://doi.org/10.30631/jrm.v3i1.65

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Ibn Katsir, I. I. (1999). Tafsir al-Qur’an al-’Azhim (Tafsir Ibn Kathir) - Juz 5 (Vol. 5). Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Institute, S. (2025). Siaran Pers Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) 2024. SETARA Institute. https://setara-institute.org/media_setara/siaran-pers-kondisi-kebebasan-beragama-berkeyakinan-kbb-2024/

Islamy, A. (2022). Moderasi beragama dalam ideologi pancasila. POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan, 3(1), 18–30. https://doi.org/10.53491/porosonim.v3i1.333

Ismail, M. Z. (2016). [Moderation from The Perspective of The Karim Qur’an (A Linguistic Study)] Al-Wasit min Manzur al-Qur ‘an al-Karim. In Jurnal Islam dan Masyarakat Kontemporari (Vol. 13, pp. 134–149). Universiti Sultan Zainal Abidin. https://doi.org/10.37231/jimk.2016.13.2.168

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Khairunnisa, D. (2024). Preservasi Moderasi Beragama : Studi Living Qur ’ an. Jurnal of Qur’an and Hadis, 3(1), 12–25.

Masbukin, Saifullah, & Riansyah, R. (2024). Moderasi beragama dan Pancasila: Pilar kebhinekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 20(1), 23–34. https://doi.org/10.24014/nusantara.v20i1.30834

Mattawang, S. (2026). Ukhuwah Islamiyah , Wathaniyah , and Basyariyah in the Qur ’ an : a Reflection on the Fraternal Values of Marimoi Ngone Futuru in North Maluku. Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 8(1). https://doi.org/10.24239/al-munir.v8i1.3262

Nilamsari, N. (2014). Memahami studi dokumen dalam penelitian kualitatif. Wacana, 13(2), 177–181.

Notonagoro. (1983). Pancasila: Dasar falsafah negara. Bina Aksara.

Nurrohmah, S., Yusuf, M. A., & Putra, R. A. (2022). Pancasila dalam moderasi beragama: Membaca ruang media Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang. Journal of Da’wah, 1(2), 262–281. https://doi.org/10.32939/jd.v1i2.2003

Rahmatina, N., & Ali, R. (2024). Moderasi beragama sebagai pilar persatuan bangsa: Studi komparatif kitab suci Islam dan Hindu. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 20(1), 103–126. https://doi.org/10.14421/rejusta.v20i1.5340

Rusandi, & Rusli, M. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 48–60. https://doi.org/10.55623/AU.V2I1.18

Sari, M., & Asmendri. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1), 41–53.

Shihab, M. Q. (2002a). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2002b). Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an Jilid 2. Lentera Hati.

Shihab, M. Q. (2011). Tafsir Al Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. In vol 15. Lentera Hati.

Suherdiyanto, M. Lahir, M. (2025). MODERASI BERAGAMA : JALAN TENGAH MENUJU PERDAMAIAN BERBASIS NILAI-NILAI UNIVERSAL. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 09(01), 382.

Downloads

Published

2026-08-23