Pendekatan Konseling Islam terhadap Anomie dan Solidaritas Religius Tinjauan Teori Bunuh Diri Durkheim dalam Konteks Islam Borneo
DOI:
https://doi.org/10.24260/ts9t3058الكلمات المفتاحية:
Durkheim, bunuh diri, Islam Borneo, konseling Islam, anomie, solidaritas sosial.الملخص
Fenomena bunuh diri adalah salah satu permasalahan sosial yang terus menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Meskipun secara keagamaan Islam telah menegaskan larangan keras terhadap bunuh diri, fenomena ini tetap terjadi di masyarakat Muslim, termasuk di Borneo (Kalimantan). Emile Durkheim dalam karya klasiknya Suicide: A Study in Sociology (1897) menegaskan bahwa bunuh diri bukanlah tindakan individual murni, melainkan fenomena sosial yang terkait erat dengan tingkat integrasi dan regulasi dalam masyarakat. Ia mengklasifikasikan bunuh diri menjadi empat kategori: egoistik, altruistik, anomik, dan fatalistik. Artikel ini menganalisis fenomena bunuh diri di masyarakat Islam Borneo dengan menggunakan kerangka teori Durkheim, kemudian menghubungkannya dengan perspektif konseling Islam. Pendekatan ini dipilih karena masyarakat Borneo memiliki ciri khas religiusitas yang tinggi, adat yang kuat, serta pengaruh Islam yang mewarnai struktur sosialnya. Namun, modernisasi, urbanisasi, tekanan ekonomi, dan stigma sosial menimbulkan keretakan solidaritas yang berpotensi memicu tindakan bunuh diri. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menelaah literatur sosiologi klasik, antropologi Borneo, konseling Islam serta menganalisis berita bunuh diri di borneo. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif untuk menjelaskan keterkaitan teori Durkheim dengan realitas sosial-keagamaan masyarakat Borneo. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) bunuh diri di Borneo dapat dikategorikan sesuai tipologi Durkheim, terutama egoistik dan anomik; (2) Islam berfungsi sebagai faktor protektif, namun dapat berubah menjadi tekanan sosial melalui stigma dan norma adat yang kaku; (3) konseling Islam berperan penting dalam memberikan pendekatan spiritual dan sosial yang integratif untuk pencegahan bunuh diri. Artikel ini menegaskan bahwa memahami bunuh diri di Borneo membutuhkan kombinasi perspektif sosiologi klasik dan konseling Islam, sehingga upaya pencegahan dan intervensi dapat lebih kontekstual, komprehensif, dan relevan dengan budaya lokal.
المراجع
Abu Lauz, Abu Anas Ali bin Husain. Al-Kabâir: Dosa-Dosa Besar yang Diancam dengan Neraka. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.
Abu Anas Ali bin Husain Abu Lauz. Al-Kabâir: Dosa-Dosa Besar yang Diancam dengan Neraka. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004, hlm. 117.
Ahmad al-Mursi Husain Jauhar. Hayât wa al-Mawt. Kairo: Dâr al-Ma‘ârif, 2009, hlm. 29–30.
Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Fikr, 2005.
Antara Kalimantan Barat. (2024). Stigma Negatif Pengaruhi Masa Depan Orang dengan Gangguan Kejiwaan.
Antara Kalimantan Selatan. (2024). Akademisi HST soroti kasus bullying yang menimbulkan korban jiwa. https://kalsel.antaranews.com/berita/480857
Antara Kalimantan Barat. (2024). Stigma negatif pengaruhi masa depan orang dengan gangguan kejiwaan. https://kalbar.antaranews.com/berita/444065
Berita Borneo. (2025, 6 Juli). Mayat pria ditemukan di perkebunan sawit PT SKD Kotim. Diakses dari https://beritaborneo.com/main/mayat-pria-ditemukan-di-perkebunan-sawit-pt-skd-kotim/
Detik Kalimantan. (2025, 12 September). Heboh pemuda Pontianak live gantung diri di sekolah. Diakses dari https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8107982/heboh-pemuda-pontianak-live-gantung-diri-di-sekolah
Durkheim, Émile. Le Suicide: Etude de Sociologie. Paris: Felix Alcan, 1897.
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.
Durkheim, É. (1897). Suicide: A Study in Sociology. London: Routledge.
Durkheim, É. (1912). The Elementary Forms of Religious Life. New York: Free Press.
Hamjah, S. H. (2019). Factors of Suicide Attempts: A Case Study According to Islamic Perspective Counseling. Int. J. of Academic Research in Business and Social Sciences, 9(9).
Jauhar, Ahmad al-Mursi Husain. Hayât wa al-Mawt. Kairo: Dâr al-Ma‘ârif, 2009.
Jurnal STIKES Suaka Insan. (2023). Stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa di Desa Pembantanan,SungaiTabuk. https://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jsim/article/view/328
Kata Kaltim. (2025, 1 Oktober). Pria tewas gantung diri di teras rumah mewah Balikpapan. Diakses dari https://katakaltim.com/pria-tewas-gantung-diri-di-teras-rumah-mewah-balikpapan/
Khan, T. (2021). Suicide from the Perspective of Islam and Psychology. ResearchGate.
King, V. T. (2020). Reflections on Borneo Studies. IAS UBD Working Paper Series.
Rakyat Kalteng. (2024, 31 Oktober). ASN di Murung Raya tewas gantung diri. Diakses dari https://www.rakyatkalteng.com/asn-di-murung-raya-tewas-gantung-diri/
Repository Universitas Islam Malang. (2022). Negosiasi Adat dan Syari’at dalam Prosesi Mambuka Lawang Sakepeng (Dayak Ngaju, Lamandau, Kalimantan Tengah). https://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/10024
Shoib, S., dkk. (2022). Suicide in Muslim world and way forward. Indian J Psychiatry, 64 (Suppl 3): S726–S732.
Suminar, D. (2024). Bunuh Diri dan Untai Problematikanya: Sebuah Rekonstruksi Teoritik atas Bunuh Diri. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 29(2).
Drs. Suminar, M. (2024). Bunuh Diri Dan Untai Problematikanya: Sebuah Rekonstruksi Teoritik Atas Bunuh Diri. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 29(2). https://doi.org/10.7454/mjs.v29i2.13580.
Kevin, Y., Larasati, N. U., Kunci:, K., Diri, B., & Kejahatan, N. (2020). Fenomena Bunuh Diri Egostik di Indonesia dalam Perspektif Kriminologi (Vol. 2). www.bbc.com
Madaningtyas, T. A., Indriyati, A., & Suwarni, A. (n.d.). PEER SOCIAL SUPPORT WITH RISK OF SUICIDE LEVEL IN ADOLESCENTS AT SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA.
Tasfi, J. T., & Mostofa, S. M. (2024). Understanding complex causes of suicidal behaviour among graduates in Bangladesh. BMC Public Health, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12889-024-17989-x
التنزيلات
منشور
إصدار
القسم
الرخصة
الحقوق الفكرية (c) 2026 Tiara

هذا العمل مرخص بموجب Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





