KELANGKAAN BBM BERSUBSIDI DAN MUNCULNYA PENGECER INFORMAL: ANALISIS MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH TERHADAP KEMASLAHATAN KONSUMEN DAN KEADILAN DISTRIBUSI
DOI:
https://doi.org/10.24260/krfgy162Keywords:
BBM bersubsidi, pengecer informal, Maqāṣid al-Sharī‘ah, kemaslahatan konsumen, keadilan distribusi, ḥifẓ al-mālAbstract
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan antrean panjang, keterbatasan akses masyarakat terhadap saluran distribusi resmi, dan munculnya pengecer informal yang menjual kembali BBM dengan harga lebih tinggi daripada harga resmi. Fenomena tersebut menimbulkan persoalan hukum dan etika karena pengecer di satu sisi menyediakan akses alternatif bagi konsumen, tetapi di sisi lain berpotensi meningkatkan beban ekonomi dan mengganggu tujuan distribusi subsidi. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena pengecer informal BBM bersubsidi berdasarkan perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah, khususnya dalam kaitannya dengan kemaslahatan konsumen dan keadilan distribusi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-konseptual. Sumber penelitian meliputi Al-Qur'an, hadis, literatur klasik fikih muamalah dan Maqāṣid al-Sharī‘ah, peraturan perundang-undangan terkait BBM bersubsidi, serta artikel ilmiah dan penelitian terdahulu mengenai kebijakan subsidi dan distribusi BBM. Data dianalisis melalui analisis isi dan analisis normatif-konseptual dengan mengidentifikasi bentuk maslahat dan mafsadah yang muncul dalam praktik pengeceran informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengecer informal tidak dapat secara otomatis dikategorikan sebagai praktik eksploitatif hanya karena menjual BBM dengan harga lebih tinggi. Keberadaannya dapat mengandung maslahat ketika berfungsi sebagai saluran distribusi alternatif tanpa penimbunan, manipulasi, atau penipuan. Sebaliknya, praktik tersebut menjadi problematik ketika keuntungan diperoleh melalui eksploitasi kelangkaan, penimbunan, manipulasi takaran, atau penyimpangan distribusi subsidi. Penelitian ini menawarkan model distribusi berbasis empat prinsip maqāṣid, yaitu accessibility, affordability, fairness, dan accountability, sebagai kerangka evaluasi distribusi BBM bersubsidi.
References
Abimanyu, Anggito, and Muhammad Handry Imansyah. “The Impact of Fuel Subsidy to the Income Distribution: The Case of Indonesia.” Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik 8, no. 3 (2023): 189–203. https://doi.org/10.33105/itrev.v8i3.932.
Akimaya, Muhammad, and Carol Dahl. “Political Power, Economic Trade-Offs, and Game Theory in Indonesian Gasoline Subsidy Reform.” Energy Research & Social Science 92 (2022): 102782. https://doi.org/10.1016/j.erss.2022.102782.
Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid Muḥammad ibn Muḥammad. Al-Mustaṣfā min ‘Ilm al-Uṣūl. Edited by Muḥammad ‘Abd al-Salām ‘Abd al-Shāfī. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1993.
Al-Kāsānī, ‘Alā’ al-Dīn Abū Bakr ibn Mas‘ūd. Badā’i‘ al-Ṣanā’i‘ fī Tartīb al-Sharā’i‘. 2nd ed. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1986.
Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadhdhab. Beirut: Dār al-Fikr, 1997.
Al-Sarakhsī, Muḥammad ibn Aḥmad. Al-Mabsūṭ. Beirut: Dār al-Ma‘rifah, 1993.
Al-Shāṭibī, Abū Isḥāq Ibrāhīm ibn Mūsā. Al-Muwāfaqāt. Edited by Abū ‘Ubaydah Mashhūr ibn Ḥasan Āl Salmān. Al-Khubar: Dār Ibn ‘Affān, 1997.
Al-Tirmidhī, Muḥammad ibn ‘Īsā. Sunan al-Tirmidhī. Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī, 1998.
Attidhira, Safira Widya, Meni Apriani, Romadu Novelino, Jaka Tiwana Alfianda, and Faisal Santiago. “Legal Policy on Allocating Resources for Pertalite Subsidies: Kaldor-Hicks Efficiency Analysis.” Jurnal Pembaharuan Hukum 13, no. 1 (2026).
Ibn Qudāmah al-Maqdisī, Muwaffaq al-Dīn ‘Abd Allāh ibn Aḥmad. Al-Mughnī. Cairo: Maktabat al-Qāhirah, 1968.
Ibn Taymiyyah, Aḥmad ibn ‘Abd al-Ḥalīm. Majmū‘ al-Fatāwā. Edited by ‘Abd al-Raḥmān ibn Muḥammad ibn Qāsim. Medina: Majma‘ al-Malik Fahd li-Ṭibā‘at al-Muṣḥaf al-Sharīf, 1995.
Izwany, Bonita. “Ihtikar Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif.” Jurnal Tahqiqa: Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam 15, no. 1 (2021). https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v15i1.16.
Mahfuzah, Siti, and Muhammad Syafiq. “Maqasid Al-Shari'ah's Analysis of the Prohibition of Ihtikar in the Perspective of Sharia Economic Law Between the Principles of Benefit and Justice.” Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah.
Muslim ibn al-Ḥajjāj al-Qushayrī al-Naysābūrī. Ṣaḥīḥ Muslim. Edited by Muḥammad Fu’ād ‘Abd al-Bāqī. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, n.d.
Musyahid, Achmad, Alamsyah, Sitti Saleha Madjid, and Erty Rospyana Rufaida. “Penimbunan Barang Perspektif Filsafat Hukum Islam.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 7, no. 1 (2023). https://doi.org/10.26618/j-hes.v7i01.11201.
Rochim, Abdul. “Pengendalian Sirkulasi Barang dalam Perspektif Fikih Muamalah dan Maqasid Syariah Ibn ‘Asyur.” J-Alif: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam 10, no. 2 (2025).
Sukiati. “Hukum Melakukan Penimbunan Harta/Monopoli (Iḥtikār) dalam Perspektif Hadis.” MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman 33, no. 2 (2009). https://doi.org/10.30821/miqot.v33i2.183.
Tas‘īr (Price Control) in Islamic Law. “Tas’ir (Price Control) in Islamic Law.” American Journal of Islam and Society 11, no. 1 (1994): 25–37. https://doi.org/10.35632/ajis.v11i1.2453.
Wicaksono, Riekad Aryo. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjual Kios Bahan Bakar Minyak Pertalite Eceran Ilegal di Kota Pontianak.” Jurnal Fatwa Hukum (2025). Universitas Tanjungpura. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jfh/article/view/101986.
Yuniza, Mailinda Eka, Shafa Femalea Sekar Nuswantari, and Pius Katon Jatmiko. “Policy Analysis of Fuel Subsidy in Indonesia.” Jurnal de Jure 15, no. 2 (2023). https://doi.org/10.36277/jurnaldejure.v15i2.841.
Zaini, Ahmad. “Ihtikar dan Tas’ir dalam Kajian Hukum Bisnis Syariah.” TAWAZUN: Journal of Sharia Economic Law 1, no. 2 (2018).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haidir Rasyid, Zaid Al Amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

