PERENCANAAN DAKWAH INKLUSIF: REVITALISASI PENDEKATAN TOLERANSI DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL
DOI:
https://doi.org/10.24260/0nqcpw23Kata Kunci:
Kata kunci: dakwah, inklusif, toleransi, multikulturalAbstrak
Transformasi sosial dan spiritual umat memerlukan pendekatan dakwah yang direncanakan dan fleksibel terhadap berbagai agama, budaya, dan latar belakang sosial masyarakat. Perencanaan dakwah inklusif menekankan pada proses membuat strategi dakwah yang tidak eksklusif terhadap kelompok tertentu; sebaliknya, mereka harus terbuka, akomodatif, dan responsif terhadap kebutuhan semua bagian masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menekankan hasil bahwa perencanaan dakwah tidak hanya bertujuan menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membangun jembatan dialog antarumat, menciptakan ruang partisipasi yang setara, serta mengembangkan kesadaran kolektif dalam membangun masyarakat yang harmonis. Dengan demikian, dakwah inklusif diharapkan mampu menjadi strategi efektif dalam mengarusutamakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam konteks masyarakat majemuk.
Referensi
Bakar, M. A. (2025). Strategi Pemimpin dalam Mengembangkan Pendidikan melalui Gerakan Dakwah Inklusif. Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e-ISSN 2721-9666, 6(1), 237–247. https://doi.org/10.36312/teacher.v6i1.4604
Eviyanti, Y., Handayani, R., & Romandiah, R. (2024). Social Media Is a Means of Da’wah in the Digital Era. Jurnal Manajemen Dakwah (J-MD), 5(3), 24-32. https://doi.org/10.24260/j-md.v5i3.3735
Faqieh, M. I. (2010). Fatwa dan canda Gus Dur. Penerbit Buku Kompas. https://books.google.co.id/books?id=SzNp73q5kZsC
Fauziah, A., & Ashifa, W. A. N. (2024). Peran Dialog Antar Agama dalam Mewujudkan Lingkungan yang Harmonis dan Keselarasan dalam Masyarakat. Global Islamika: Jurnal Studi Dan Pemikiran Islam, 2(2).
Gafur, A. (n.d.). GUS DUR: Multikulturalisme & Pendidikan Islam. CV. Zahir Publishing. https://books.google.co.id/books?id=KnhhEAAAQBAJ
Herjawan, H., & Pratama, H. S. (2024). Refleksi Kritis Pandangan Will Kymlicka dan Perlindungan Hukum Terhadap Hak Minoritas Orang Asli Papua. Binamulia Hukum, 13(1), 117–135. https://doi.org/10.37893/jbh.v13i1.706
Indonesia.GO.ID. (n.d.). Sebaran Jumlah Suku di Indonesia.
Iqbal, M. (2023). Masyarakat Multikultural Perspektif Indonesia: Mengkaji Ulang Teori Multikultural Bikhu Parekh. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 5(1), 28–40.
jones, pip, bradbury, liz, & boutillier, shaun le. (2016). PENGANTAR TEORI-TEORI SOSIAL (Edisi Revisi). Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=QjY6DQAAQBAJ
Kymlicka, W. (2020). Multicultural citizenship. In The new social theory reader (pp. 270–
280). Routledge.
Lumowa, V. (2022). Diskursus multikulturalisme dan wajah Indonesianya. Jurnal Filsafat, 32(2), 311–344.
Maedi, M. I. (2021). Nilai-nilai multikulturalisme dalam Al-Qur’an: studi kasus Tafsir Al-
Misbah. Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/58904
Mantu, R. (2022). Multikultural dan Kesetaraan Gender. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, 2(2), 105–113. https://doi.org/10.30984/spectrum.v2i2.441
Monigir, N. N., Sadsuitubun, M. A. B., Rambitan, B. F., Sumual, S. Y., & Wakur, N. (2024). PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI PENDIDIKAN YANG INKLUSIF. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(04), 325–337. https://doi.org/10.23969/jp.v9i04.20115.
Prayogi, A., Nasrullah, R., Setiawan, S., & Setyawan, M. A. (2025). Konsep Konflik dan Teori Konflik Sosial dalam Pemikiran Karl Marx. SiNORA, 1(1), 1–11.
Riyadi, A. (2024). Harmoni Beragama: Model Dakwah Multikultural Untuk Membangun Perdamaian Di Nusantara. Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 15, 1–25. https://doi.org/10.32923/maw.v15i1.4321.
SETARA Institute for Democracy and Peace. (2024). Dari stagnasi menuju stagnasi baru. 1–16.
Suaedy, A. (2018). Gus Dur: Islam Nusantara & Kewarganegaraan Bineka. PT Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=diCEDwAAQBAJ
Sumintak, S., & Sumirat, I. R. (2022). Moderasi Beragama Dalam Perspektif Tindakan Sosial Max Weber. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 3(1), 27–36. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v3i1.4085.
Tempo. (2024). Imparsial: 23 Kasus Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi Sepanjang 2024. https://www.tempo.co/politik/imparsial-23-kasus-pelanggaran-kebebasan-beragama-terjadi-sepanjang-2024-1179825
Tirto.id. (2025). 7 Contoh Konflik Keberagaman di Indonesia, Penyebab, & Solusinya. https://tirto.id/contoh-konflik-keberagaman-di-indonesia-penyebab-dan-solusinya-gh6x?utm_
Tualeka, M. W. N. (2017). Teori konflik sosiologi klasik dan modern. Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(1), 32–48. https://doi.org/10.30651/ah.v3i1.409.
Wardah, S. N., Hawa, R. N., Zahra, S. A., Nabilah, S., & Anwar, S. (2024). Dakwah Inklusif sebagai Sarana Generasi Z untuk Mewujudkan Moderasi Beragama. Idarotuna, 6(1), 1–15. http://dx.doi.org/10.24014/idarotuna.v6i1.27072.
Diterbitkan
Versi
- 2025-07-24 (4)
- 2025-07-24 (3)
- 2025-07-24 (2)
- 2025-07-24 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sitti Hamsiyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


