LEADERSHIP MANAGEMENT OF PASUKAN AMAL SHOLEH (PASKAS) AT KAPAL MUNZALAN MOSQUE INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24260/j-md.v4i2.2221Kata Kunci:
Keywords: PASKAS, Leadership, MosqueAbstrak
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena Masjid Kapal Munzalan Indonesia yang mampu memberdayakan potensi anak muda dalam dakwah berbasis masjid. Mengoordinasinya melalui wadah Pasukan Amal Sholeh (PASKAS), menariknya kendatipun sistemnya bersifat volunteerism namun PASKAS telah tersebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan memiliki fokus program yang dilaksanakan secara kontinu untuk Pondok Pesantren anak yatim dan penghafal Qur’an dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok yakni beras. Tentu hal tersebut dapat terwujud salah satunya melalui peran kepemimpinan yang diterapkan PASKAS. Sehingga sangat menarik untuk dikaji berkenaan dengan bagaimana manajemen kepemimpinan PASKAS di Masjid Kapal Munzalan Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Perencanaan kepemimpinan PASKAS; 2) Pengorganisasian kepemimpinan PASKAS; 3) Penggerakan kepemimpinan PASKAS; 4) Monitoring dan evaluasi kepemimpinan PASKAS. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif jenis studi kasus tunggal dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data memanfaatkan proses wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data diawali dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan verifikasi data. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan cara perpanjangan waktu pengamatan, triangulasi data dan member check. Hasil penelitian ini adalah:1) Perencanaan kepemimpinan terhadap PASKAS dilakukan melalui tahapan prakiraan, penetapan tujuan dan pengembangan prosedur kebijakan. Melalui proses analisis terhadap lingkungan dan sumber daya yang dimiliki. 2) Pengorganisasian kepemimpinan terhadap PASKAS dilakukan dengan klasifikasi aktivitas kemudian penempatan sumber daya manusia dalam pelaksanaan tugas, serta terdapat pendelegasian otoritas untuk sebuah efisiensi. 3) Penggerakan kepemimpinan terhadap PASKAS menggunakan prinsip terdidik dan terpimpin dengan pola kerja berjamaah. Prinsip terdidik dalam penggerakan PASKAS ini memiliki tujuan untuk upgrade kualitas manusianya, dengan menetapkan status anggota PASKAS bukan sebagai relawan melainkan sebagai santri Masjid Kapal Munzalan Indonesia. Sedangkan prinsip terpimpin bertujuan agar pergerakan PASKAS tersistem dan terorganisir, serta menjalankan pola kerja berjamaah bertujuan untuk merajut seluruh potensi yang dimiliki anggota sehingga menjadi sebuah kekuatan. 4) Monitoring kepemimpinan PASKAS dilakukan secara berjenjang dan evaluasi kepemimpinan terhadap PASKAS dilakukan secara kontinu melalui hasil monitoring.
Kata Kunci: PASKAS, Kepemimpinan, Masjid
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-11-18 (2)
- 2023-12-31 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Cucu Jami Ngatin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






