Social Competencies of Madurese Quran Teachers in the Context of Non-Formal Education at TPA

Authors

  • Yuliana Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24260/at-turats.v20i1.5163

Keywords:

Social Competence, Madurese Quran Teachers, Non-Formal Education, Quran Education Centers

Abstract

This study aims to describe and analyze the social competencies of Madurese Quran teachers in the context of non-formal education at the Al-Quran Education Center (TPA). Social competencies are one of the main pillars of teacher professionalism, including that of Quran teachers, requiring the ability to interact effectively with students, fellow Quran teachers, parents, and the community.This study uses a qualitative methodology in the subject of educational sociology. Participant observation, in-depth semi-structured interviews, and documentation are methods of gathering data. While data validity is guarantyd by source triangulation, methodology triangulation, and extending the research period, analysis procedures include data condensation, data display, and drawing conclusions.The results of this study conclude that the social competencies of Quran teachers specifically the five social competencies they possess are already at a good level, as these teachers are able to communicate verbally, in writing, and through gestures; manage information; interact effectively with their students, fellow Quran teachers, and parents/guardians. Additionally, Quran teachers interact politely with the surrounding community, and finally, they uphold the principles of brotherhood and a spirit of togetherness with the local community. Teachers of the Quran already have these social skills and use them. Equipped with these social skills, a Quran instructor gains more power and positively influences Quran study activities at the TPA and in the neighborhood.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi sosial guru ngaji Madura dalam konteks pendidikan non-formal di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Kompetensi sosial merupakan salah satu pilar utama profesionalisme guru, termasuk guru ngaji, yang membutuhkan kemampuan berinteraksi secara efektif dengan santri, sesama guru ngaji, orang tua, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian sosiologi pendidikan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur secara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data dan penarikan simpulan sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan perpanjangan waktu penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi sosial guru ngaji menerapkan lima kompetensi sosial yang sudah dimiliki seorang guru kategorinya sudah baik karena guru ngaji mampu berkomunikasi secara lisan, tulisan maupun isyarat, dapat mengelola informasi, bergaul secara efektif dengan murid ngaji, sesama guru ngaji dan orang tua/wali selain itu guru ngaji juga bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dan yang terakhir guru ngaji memiliki prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan dengan masyarakat setempat. Kompetensi sosial sudah guru ngaji miliki dan terapkan. Maka dengan berbekal kompetensi sosial ini, seorang guru ngaji semakin eksis dan juga berdampak positif pada kegiatan mengaji TPA dan masyarakat setempat.

References

Ahsan, M., & Smith, R. (2020). Profesionalisme guru dan kompetensi sosial di sekolah-sekolah Islam di Malaysia. Jurnal Studi Pendidikan Islam, 8(2), 121–135.

Arifin, M. (1995). Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.

Arraziq, M. I., & Nurchalis, N. (2025). Reflective Practice in Islamic Teacher Education: Insights from PAI Teaching Practicum for the Formation of Professional and Pedagogical Identity. At-Turats, 19(2), 206–217. https://doi.org/10.24260/atturats.v19i2.5051

Djamarah, SB (1994). Guru dan Siswa dalam Interaksi Pendidikan: Pendekatan Teoretis Psikologis. Jakarta: Rineka Cipta.

Fardini, D., & Andini, R. (2023). Pengaruh Kompetensi Sosial terhadap Interaksi Guru-Siswa di Sekolah-Sekolah Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 11(1), 34–47.

Fatmawati, S. (2025). From QS Luqman Verses 13–19: Weighing the Roles of Parents and Teachers in Moral Education. At-Turats, 19(2), 170–179. https://doi.org/10.24260/atturats.v19i2.4982

Hadi, S. (1997). Metodologi Penelitian Jilid 1. Yogyakarta: Andi Offset.

Illahi, R., & Prastowo, A. (2023). Peran Kompetensi Sosial Guru dalam Pembelajaran Otentik Berdasarkan Profil Siswa Pancasila di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 6(2), 45–56. https://doi.org/10.30595/jrpd.v3i2.13642

Jennings, PA, & Greenberg, MT (2019). Kelas prososial: Kompetensi sosial dan emosional guru dalam kaitannya dengan hasil belajar siswa dan kelas. Review of Educational Research, 79(1), 491–525. https://doi.org/10.3102/0034654308325693

Khunaivi, A., Fadilah, L., & Muniroh, N. (2023). Kompetensi Sosial-Emosional: Bukti Empiris dari Calon Guru Pendidikan Dasar Islam di Indonesia. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 15(1), 55–68. https://doi.org/10.14421/albidayah.v15i2.1054

Kurniawan, S. (2017). Filsafat Pendidikan Islam: Sebuah Kajian Filosofis tentang Pendidikan Islam Berdasarkan Pemeriksaan Al-Quran, Hadits, dan Pemikiran Pakar Pendidikan. Malang: Mandar Maju.

Kusumawati, IT (2016). Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(2), 81–91.

Miles, MB, Huberman, AM, & Saldaña, J. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Metode (edisi ke-3). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Muhaimin. (2003). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Efektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mulyasa, E. (2007). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nita, YA, Fikri, M., & Nurfadilah, D. (2023). Kompetensi Sosial Guru Agama Islam di Era Masyarakat 5.0 dan Implementasinya. Mudarrisuna: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 210–222. https://doi.org/10.22373/jm.v13i1.19667

Novita, L., Siregar, M., & Aisyah, N. (2022). Meningkatkan Kompetensi Sosial Guru Menuju Profesionalisme dan Kualitas Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 7(2), 112–124.

Parsons, T. (2010). Sistem Sosial. New York: The Free Press.

Purwanti, ER, & Rizik, M. (2023). Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam SMP Darul Qur'an Al-Maftuh Desa Parit Kecamatan Sungai Gelam. Mikraf: Jurnal Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi, 6(1), 43–53. https://doi.org/10.70338/mikraf.v3i1.122

Rafiqa. (2015). Teori Pemrosesan Informasi: Perspektif Pendidikan Masyarakat. Jurnal Komunikasi Media dan Dakwah, 5(2), 169–178.

Safitri, A., Ajahari, S., & Syahmidi, A. (2023). Implementasi Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Fikroh: Studi Agama, Sosial, dan Budaya, 17(1), 67–80. https://doi.org/10.37812/fikroh.v18i3.2035

Sukma, BF, Rahmat, R., & Nurhayati, S. (2023). Implementasi Kompetensi Sosial Guru di TK Bina Muhajirin. Bastra: Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 101–112. https://doi.org/10.36709/bastra.v8i2.158

Suyanto, & Jihad, A. (2013). Menjadi Guru Profesional: Strategi untuk Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas di Era Globalisasi. Jakarta: Erlangga.

Tilaar, HAR (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogi Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Ahmad, M. A. (2019). Komunikasi Sebagai Wujud Kompetensi Sosial Guru di Sekolah. Komodifikasi, 7(1). Diambil dari https://journal3.uin- alauddin.ac.id/index.php/Komodifikasi /article/view/9968

Kamsin, K., & Parmawati, M. E. (2023). Pengaruh Kompetensi Sosial Terhadap Kinerja Guru. Prosiding Business Adaptability, Change Management and Technopreneur Conferences, 1(2), 400–412. https://doi.org/10.46306/Bacmatec H.V1I2.35

Munawir, Mahfudah, S. N., & Fitriyah, Z. (2025). Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik. IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 150–164. https://doi.org/10.61104/IHSAN.V3I2. 889

Jurišić, M., & Kemfelja, M. Ž. (2025). Intercultural competence in Catholic religious education. Religions. https://doi.org/10.3390/rel16010047

Paul, I., & S, S. G. (2024). Participatory learning practices and life skills development among prospective teachers. Gurukul International Multidisciplinary Research Journal. https://doi.org/10.69758/gimrj/2412iv02v12p0004

Seprie., Wuryandani, W., & Muthmainah. (2025). Transforming primary education: Balancing social skills and academic achievement through global inquiry-based learning models. Frontiers in Education. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1512274

Abdurrohman, M. C., Lisnawati, S., & Indra, H. (2023). Kompetensi guru lembaga pendidikan Islam. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 151–168. https://doi.org/10.30868/im.v6i01.2531

Apriliani, D. R., & Fitriana, W. N. P. (2022). Pengaruh pembelajaran daring terhadap kompetensi sosial guru PAUD. JP2KG AUD: Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini, 3(1), 67–86. https://doi.org/10.26740/jp2kgaud.2022.3.1.67-86

Jennings, P. A., & Greenberg, M. T. (2009). The prosocial classroom: Teacher social and emotional competence in relation to student and classroom outcomes. Review of Educational Research, 79(1), 491–525. https://doi.org/10.3102/0034654308325693

Naibaho, D., & Mahulae, A. C. (2023). Peran penting kompetensi sosial guru dalam pendidikan. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 92–97. https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i2.328

Downloads

Published

2026-10-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

Social Competencies of Madurese Quran Teachers in the Context of Non-Formal Education at TPA. (2026). At-Turats, 20(1), 97-108. https://doi.org/10.24260/at-turats.v20i1.5163