Halaqah–Mentoring for Adolescent Character Education in Indonesia: Integrating Islamic Pedagogy, Self-Regulation, and Ecosystemic Support
DOI:
https://doi.org/10.24260/at-turats.v20i1.5588Keywords:
Halaqah–Mentoring, Islamic Pedagogy, Character Education, Self-Regulation, Moral Development, Islamic Religious Education.Abstract
Adolescent moral challenges in Indonesian schools require contextually grounded interventions within Islamic Religious Education (PAI). This article synthesizes evidence on halaqah–mentoring, small and routine Islamic study circles combining value-rich learning, mentor role modeling, guided reflection (muhasabah), and weekly practice (amal), as a strategy for adolescent character education. Using an integrative literature review informed by PRISMA 2020, 30 peer-reviewed articles published in 2019–2025 in SINTA-indexed journals were reviewed. Data on settings, participants, designs, program components, mentor roles, instruments, and character outcomes were extracted, appraised descriptively, and synthesized thematically. Four interrelated pillars emerged: mentor modeling and guided self-regulation as mechanisms of change; routine small-group integration of tilawah–tafaqquh–muhasabah–amal for habit formation; school–family–mosque support for sustainability; and implementation capacity through mentor preparation, session curricula, and formative assessment. The study proposes a mechanism-based model linking Islamic pedagogical practices—uswah, tarbiyah, muhasabah, and amal—with social learning, self-regulation, and ecological support. It also offers a practical PAI blueprint comprising 60–90-minute weekly sessions, mentor competence standards, a five-dimension formative rubric, and school–mosque–parent partnerships. Halaqah–mentoring is promising when supported by trained mentors, clear curricula, systematic reflection, and sustained ecosystemic reinforcement.
Tantangan moral remaja di sekolah Indonesia memerlukan intervensi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang kontekstual dan terstruktur. Artikel ini menyintesis bukti tentang halaqah–mentoring, yaitu lingkar belajar Islami kecil dan rutin yang memadukan pembelajaran nilai, keteladanan murabbi, muhasabah, dan amal mingguan untuk penguatan karakter remaja. Melalui integrative literature review yang diinformasikan PRISMA 2020, studi ini menelaah 30 artikel peer-reviewed terbitan 2019–2025 pada jurnal terindeks SINTA. Data mengenai konteks, partisipan, desain, komponen program, peran murabbi, instrumen, dan luaran karakter diekstraksi, dinilai secara deskriptif, dan disintesis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan empat pilar: keteladanan murabbi dan regulasi diri terpandu sebagai mekanisme perubahan; integrasi tilawah–tafaqquh–muhasabah–amal dalam kelompok kecil rutin sebagai struktur pembiasaan; dukungan sekolah–keluarga–masjid untuk keberlanjutan; dan kapasitas implementasi melalui pelatihan murabbi, kurikulum sesi, serta asesmen formatif. Studi ini menawarkan model berbasis mekanisme yang menghubungkan uswah, tarbiyah, muhasabah, dan amal dengan pembelajaran sosial, regulasi diri, serta dukungan ekologi pendidikan. Implikasi praktisnya mencakup sesi mingguan 60–90 menit, standar kompetensi murabbi, rubrik formatif lima dimensi, dan kemitraan sekolah–masjid–orang tua. Halaqah–mentoring berpotensi menjadi model pedagogis integratif apabila ditopang murabbi terlatih, kurikulum jelas, refleksi sistematis, dan dukungan ekosistem berkelanjutan.
References
Addaraini, A. N., & Inayati, N. L. (2023). Penerapan metode halaqah sebagai upaya meningkatkan hafalan Al-Qur’an santriwati kelas X MA Al-Mukmin Surakarta. Jurnal Tarbiyah, 30(2), 272–283. https://doi.org/10.30829/tar.v30i2.3220
Ahmadi, H., Jumhana, N., & Rujikartawi, E. (2020). Moral education in the perspektip Alghazaly and Ibn Maskawaih (Comparative study of Educational thought in the Book of Ihya ’Ulumuddin and Tahdzib Al-Akhlaq wa Tathir Al-A’raq). At-Turats: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, 14(1), 35–52. https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/atturats/article/download/1577/pdf_1
Alwi, M. (2023). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Islamic Education: The Teacher of Civilization, 4(2), 69–81. https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/irj/article/download/1896/1279
Arlina, A., Fitri, R. A., Aisyah, N., Izzati, A. N., & Hidayat, M. N. (2024). Peran Remaja Masjid Nurusysyahadah dalam pembinaan akhlak remaja di Desa Tanjung Morawa B. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 28440–28451.
Asnita, D., Agustinar, & Mudrika, S. (2023). Pemberdayaan remaja melalui pengajian tahsin dan pendidikan agama. Malik Al-Shalih: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 27–38.
Bahri, S., & Ilhami, H. (2023). Pendidikan karakter siswa melalui kegiatan kultur religius di sekolah dasar. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 20(1), 29–30. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v20i1.540
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall. https://archive.org/details/sociallearningth00band
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What Works in Character Education: A Research-Driven Guide for Educators. https://characterandcitizenship.org/research/what-works-in-character-education/
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press. https://archive.org/details/ecologyofhumande00urie
Budiman, B. (2024). Program halaqah tarbiyah DPD Wahdah Islamiyah Takalar. Dahzain Nur, 14(2), 107–116. https://doi.org/10.69834/dn.v14i2.249
Dianto, I. (2018). Peranan guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa. PENDAGOGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 26–36. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v1i1.1584
Hadi, A., Nugraha, R., & Nurmawan. (2025a). Islamic education in university mosques: The role of campus mosques in shaping students’ religious development. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 28(1), 145–164. https://doi.org/10.24252/lp.2025v28n1i8
Hadi, A., Nugraha, R., & Nurmawan. (2025b). Islamic mentoring at Masjid Syamsul Ulum: A character-building strategy for Telkom University students based on HEI values. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 14(2), 592–606. https://doi.org/10.54437/juw.v14i2
Hasan, H. (2020). Metode pembelajaran pendidikan Islam. An-Nur: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keislaman, 6(2), 269–279. https://journal.an-nur.ac.id/index.php/An-Nur/article/view/238/158
Hasnadi. (2019). Penerapan nilai-nilai karakter melalui budaya sekolah. Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 3(2), 158–172. https://doi.org/10.47766/idarah.v3i2.174
Hidayah, A., Wahab, A., & Rofiq, Z. (2024). Awakening the role of ulama through the ulama cadre program: A strategy for character education in Islamic education. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(2). https://ejournal.unisnu.ac.id/jtp/article/download/15964/6195
Ilham, I., & Suyatno, S. (2022). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam: Pendekatan sistematis. Islamic Education: The Teacher of Civilization, 3(2), 97–106. https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/irj/article/download/1527/1073
Ilmah, N. (2022). Strategi peningkatan karakter akhlakul karimah peserta didik. Mutawâtir: Jurnal Keislaman Dan Pendidikan, 2(2), 68–79. https://e-jurnal.stitqi.ac.id/index.php/mutawatir/article/download/77/58
Julkarnain, & Tamam, A. M. (2022). Pembentukan kepribadian peserta didik melalui program Bina Pribadi Islami di SMPIT Ummul Quro Bogor. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 27–42. https://doi.org/10.32832/tawazun.v15i1.6354
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books. https://archive.org/details/educatingforchar0000lick
Masmuri, & Suratman, B. (2019). Revitalisasi masjid dalam membangun karakter pada komunitas Melayu Sambas. Intizar, 25(1), 9–18. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i1.3238
Ministry of Education Culture, R., & Technology. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/file/1679308669_manage_file.pdf
Nubuwah, N., Arief, N. F., & Rodafi, D. (2023). Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Intizar, 29(1), 45–57. https://doi.org/10.19109/intizar.v29i1.14970
Nurani, N., & others. (2024). Peran Program Bina Pribadi Islami (BPI) pada kelas V di SDIT Permata Bunda III Bandar Lampung. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan MI, 8(2).
Puspitaningrum, P., Mansur, R., & Hakim, D. M. (2023). The active learning approach to SMP Bayt Al-Hikmah students: A case study of learning Islamic religious education in Islamic boarding schools. Jurnal Tarbiyah, 30(1), 160–175. https://doi.org/10.30829/tar.v30i1.2675
Rahmat, A. (2022). Internalisasi moderasi beragama dalam Pendidikan Agama Islam di sekolah. Jurnal Pendidikan (UNIGA), 16(1).
Republic of Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=206
Ridwan, J., & Supraha, W. (2022). Kompetensi guru tahfizh perspektif Imam an-Nawawi dan implementasinya di pondok pesantren tingkat sarjana. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 15(3), 469–478. https://doi.org/10.32832/tawazun.v15i3.8897
Rifianti, R., Nurlita, & Rahmi, R. F. (2022). Evaluasi pembinaan akhlak melalui kegiatan filantropis di SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. Intizar, 28(2), 102–110. https://doi.org/10.19109/intizar.v28i2.13496
Rini, E. C., Hamengkubuwono, H., & Sahib, A. (2023). Pengorganisasian program Bina Pribadi Islami dalam membina akhlak siswa. Tadrisuna: Jurnal Pendidikan Islam Dan Kajian Islam, 6(2), 533–548. https://ejournal.iainponorogo.ac.id/index.php/tadrisuna/article/download/6414/2501
Riyadi, A. A. (2019). Pendidikan akhlak: Relasi antara sekolah dengan keluarga. At-Turats: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, 13(2), 103–118. https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/atturats/article/download/1617/1249
Samsuddin, I., & Nurshamsul, M. (2020). Pendidikan kader da’i Ormas Wahdah Islamiyah melalui halaqah tarbiyah. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 283–300.
Setiawan, A. G., Supriadi, U., & Abdullah, M. (2024). Pembinaan akhlak siswa melalui ekstrakurikuler Kelompok Remaja Masjid. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 13(2), 245–258. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v13i2.24832
Sodiqin, A. W. (2024). Implementasi pendidikan akhlak dengan metode halaqah pada program Bina Adab Islami. Islamic Pedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan Agama Islam, 3(1), 13–28.
Sulastri, S., Novitasari, T., & Mulyani, R. (2024). Implementasi e-modul praktik salat untuk meningkatkan kualitas ibadah salat anak. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 16(3), 275–287. https://doi.org/10.32832/tawazun.v16i3.12440
Syarifuddin, M. (2021). Implementasi hidden curriculum melalui ekstrakurikuler keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah siswa. Intizar, 27(1), 57–65. https://doi.org/10.19109/intizar.v27i1.8453
Syukri, H. (2019). Manajemen Sarak Opat dalam pembinaan akhlak remaja di Kampung Simpang Balek Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 3(2), 204–220.
Zimmerman, B. J. (2000). Attaining Self-Regulation: A Social Cognitive Perspective. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of Self-Regulation (pp. 13–39). Academic Press. https://www.researchgate.net/publication/243775466_Attaining_Self-Regulation_A_Social_Cognitive_Perspective
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asdianur Hadi, Endang Komara, Hoerul Umam, Muh. Irfan Ali, Suci Dwi Kurniasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


